Perjuangan ops Tanpa Henti..
Sejak dilaunchingnya aplikasi oleh kemdikbud yang berjudul
one singgle source ini, ternyata ada pihak-pihak yang merasa diuntungkan dan
ada pihak-pihak yang merasa dirugikan. Pastinya kalian tahu sendiri siapalah
mereka. Tentunya OPS lah yang mrasa mungkin terdzalimi. Mereka bekerja tak
kenal waktu bahkan sampai juga lupa akan waktunya sebagai ayah ataupun sebagai
ibu. Kasih sayang mereka Cuma tercurah kepada laptop saja. Yang konon bahwa
laptop itu sebagai aset bukan untuk dirinya melainkan buat orang lain. Aneehkan???
OPS sebagai alat
![]() |
| Semuanya Operator yang ngerjain |
Ops secara mandiri telah terlatih baik mental maupun
batin... ingat bukan terlatih sebagai KUDETA ataupun pejuang garis keras. OPS
ini bisa dikatakan sebagai alat penentunya tujuan ( goal ). Tujuannya apa sih kok harus ada OPS segala.
OPS ini bisa dikatakan Pejuang Data tanpa tanda jasa, mungkin bisa dikatakan
begitu. Kenapa, karena OPS ini sampai saat ini sudah berhasil mengusung data
sekolahnya sampai ditujuan. Tujuan disini adalah sang server. Dalam berjuang, OPS ini sambil begadang tiap
malam untuk menngecek data-data sekolah. Bila ada data-data yang belom VALID
pastinyalah yang dicari itu OPSnya, Bukan Kepala Sekolahnya? Setiap data
invalid dicarilah opsnya.... siapa yang mencari OPS.......
Para Penikmat Data.
![]() |
| Sosisialisasi secara mandiri |
Setelah OPS selesai mengerjakan Datanya dan dikirim ke
server Pusat melewati proses sincron, tugasnya belom selesai loh... pekerjaan
OPSpun tak ada yang tahu, susah, sedihnya g ada yang merasakan, Ptkpun tak ada
yang tahu capeknya dimana. Yang tahu pun sesama OPS. Tugas ops ini selesai bila mereka sudah bisa
mengecek datanya disini. Kalo datanya
valid tentunya cair juga Tunjangan Fungsional dan tunjangan sertifikasi.
Ingatkah mereka dengan OPS? Sayangnya. Hanya sebagian atau mungkin g ada
sepertiganya yang ingat peran aktif OPS dalam mengusung datanya.
SKTO mungkinkah akan muncul.
Nasib yang digadang-gadang oleh OPS agar mereka ini mendapat
apresiasi dari pemerintah dengan mendapatkan insentif ternyata hilang dan
angin-angin yang segar dulupun hilang. Gak ada yang bisa membantu OPS. Gak ada
yang mendengar ocehan OPS apalagi membaca kondisi dilapangan. Miriskan!!!
Perjuangan OPS itu buat siapa sih sebetulnya....


Tidak ada komentar
Posting Komentar